kemarin saya menghabiskan waktu sepanjang siang dan sore untuk mencari informasi kuliah. bukan untuk saya, untuk adik laki-laki saya yang saat ini duduk di bangku kelas 3 SMA. satu kesimpulan saya setelah hampir seharian browsing: berpendidikan itu mahal.
saya kaget melihat deretan angka yang berjejer rapi. itu ga salah? salah satu universitas negeri paling bergengsi bahkan menetapkan biaya yang lebih ga rasional dibanding universitas swasta. semakin saya browsing semakin saya yakin sama kesimpulan saya. makin bagus akreditasinya makin njelimet biayanya. ok. memang ada program-program yang menawarkan beasiswa, tapi itu seringkali hanya untuk murid-murid pintar yang tidak mampu. lalu bagaimana dengan murid tidak mampu yang tidak terlalu pintar tapi mau berusaha jadi pintar?
seorang teman saya pernah bercerita ketika dia menjalani wawancara untuk kuliah S2 dia mendapat pertanyaan tentang masalah finansial, yaitu apakah dia memiliki dana yang dibutuhkan hingga akhir masa studinya nanti. pihak universitas yang bersangkutan tidak ingin mahasiswanya berhenti di tengah jalan hanya karena masalah finansial. padahal biaya yang dibutuhkan untuk 2 tahun kuliah bisa mencapai 9 digit. nah lho!
baru jadi kakak aja saya udah pusing mikirin hal ini. gimana kalo nanti saya punya anak?
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen