Montag, 11. Januar 2010

tentang papa...

*mood ngeblog sempet ilang gara-gara sinyal m2 kaya orang mau nerima sakramen pemberkatan orang sakit*

*hfh... baiklah... menata hati kembali*

*1... 2... 3... ok! mulai ngeblog*

(note ini sebelumnya sudah pernah saya post di facebook, bukan tulisan saya. saya mendapatkannya dari seorang teman, dia mendapat dari temannya, dan kami berdua sama-sama tidak tahu siapa penulis aslinya. note yang membuat saya menghabiskan satu kotak tissue ketika pertama membacanya)

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya..akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda..
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA..

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!"..
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut..

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu..

Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!"..
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur..
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara..

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat..

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana..
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..


*dan saya membutuhkan satu kotak tissue lagi...

(baiklah... kita mulai kembali)

note ini bisa dibilang penyelamat saya. dan lagi-lagi peran "ayah" sangat besar (saya biasa memanggil ayah saya dengan sebutan bapak). note ini datang ketika saya sudah hampir lupa apa yang sebenarnya menjadi tujuan saya ketika pertama kali memutuskan sekolah di semarang.
kalau boleh saya flashback...

setahun lalu, saya jatuh dan ketika itu saya merasa dunia saya sudah kiamat. tidak ada lagi yang mau saya raih dalam hidup. semua orang panik, marah, sedih, dan kecewa melihat tingkah lebay saya. sampai suatu ketika ayah saya telepon dan bilang "kamu disana sebenarnya mau apa? lupakan dan kuliah yang bener" sudah. cuma dua kalimat itu. susah-susah telepon cuma buat ngomong itu. tapi gara-gara dua kalimat sakti itu saya jadi buru-buru bangun, menata hidup, dan kuliah kaya orang kesetanan (hahaha..). sebulan mengurung diri di kamar, nangis tanpa henti, berat badan susut beberapa kilo, dan ayah saya "membantu" saya berdiri lagi dengan caranya sendiri...

ok. kembali ke masa sekarang.

apa yang saya alami beberapa waktu belakangan bisa dibilang seperti kembali mengulang masa lalu, masa dimana ketika dunia saya runtuh seruntuh-runtuhnya. sampai mau mati rasanya. dan note ini datang... note tentang papa... hari ketika saya menemukan note ini adalah hari ketika saya merasa bahwa Tuhan benar-benar mencintai saya dan tidak pernah sedetikpun meninggalkan saya. lagi-lagi... sosok "ayah" dengan caranya sendiri mampu membangun kembali semangat hidup saya yang sudah hancur berantakan. hampir sebulan menangisi diri dan sekarang walaupun belum benar-benar berdiri tapi paling tidak saya yakin dengan apa yang ingin saya raih saat ini.

membaca note diatas membuat saya berulangkali ngebatin "ya ampun!! bener banget!" ayah saya sosok laki-laki sederhana. seumur-umur tujuan hidupnya adalah memberikan yang terbaik buat anak-anaknya. "orangtua ga bisa ngasih harta melimpah. yang bisa ibu sama bapak lakukan cuma membekali anak-anaknya dengan pendidikan buat bekal hidup" that's what they said to me...

*another tissue to go...

saya sadar sebagai anak sulung saya amat sangat diharapkan sekali untuk berhasil dan menjadi teladan buat adik-adik saya. ada kalanya saya merasa terbebani, ga sanggup, pengen egois, dan memberontak. tapi untuk benar-benar melakukan itupun saya ga sanggup. they're too precious to lose... cuma pikiran dan rasa sayang sama keluarga yang mampu membuat saya tetap waras. saya bisa kehilangan orang-orang lain, tapi saya ga akan pernah sanggup kalo harus kehilangan bapak, ibu, galih, sama ade.

keluarga saya mungkin bukan keluarga dengan kebiasaan-kebiasaan ideal, tapi orangtua saya telah mengajarkan saya arti dukungan tanpa henti dan kepercayaan seUTUHnya, manifestasi dari cinta dan kasih tanpa syarat.
seberapapun parahnya luka saya, sefatal apapun kesalahan yang saya lakukan mereka tetap percaya bahwa saya mampu. mampu berdiri. mampu memperbaiki. mampu untuk dipercaya.

terima kasih...

bapak, ibu... cintaku dan doaku selalu buat bapak sama ibu :')

1 Kommentar:

  1. gara2 sinyal kyk orang mau menerima sakramen pemberkatan sakit? wkwkwkwkw

    AntwortenLöschen